Perbedaan Jupiter MX lama dan Baru

Senin, 24 Januari 2011

1 komentar

Jupiter MX






Detil Perbedaan All-New Jupiter MX dengan Versi Lama
KOMPAS.com – Hari ini Yamaha resmi meluncurkan All-New Jupiter MX. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, terjadi perubahan total atau menyuluruh terhadap bebek strata tertinggi Yamaha ini.

Depan
Pada bagian depan, model kap atau tudung, lampu utama dan sein berbeda. Tudung depan kini lebih runcing atau tajam dan lebih dekat dengan sepatbor roda depan di bandingkan versi yang dipasarkan sekarang ini.

Panel instrumen total baru. Kalau versi lama menggunakan model pentagon atau segi lima, kini bulat. Dihiasi dengan warna silver di sekelilingnya. Juga ada aksentuasi silver di bagian atas dari panel insrumen. Semuan bagian dari setang total berbauah. Bahkan sudut lekukan setang kini lebih ke dalam sehingga lebih ergonomis. Hasil lebih nyaman untuk jarak jauh.

Masih di depan,penghubung antara setang dengan bodi belakang, desainnya juga berubah. Termasuk tempat kunci konta, kini menggunakan model baru yang dilengkapi dengan pengaman.

Cukup menarik, bagian depan menggunakan warna kombinasi. Jika bagian pinggir menggunakan warna sesuai bodi, maka di tengah hitam. Kini ada kisi-ksisi untuk memudahkan mesin mendapatkan pasukan udara. Bagian di bawah juga dibuat berbentuk seperti segi tiga dengan warna hitam.

Bodi bagian samping yang membungkus mesin bagian depan juga berbeda. Kini bagian bawah dari bodi dilengkapi dengan sirip atau biri yang mengarahkan udara ke mesin dan bagian luar bodi (ke kaki pengendara).

Belakang
Hal yang baru lagi adalah, roda belakang kini dilengkapi deengan sepatbor kecil di atas roda. Sedangkan ukuran bodi belakang kini dibuat lebih gemuk dan besar. Hasilnya memberi kesan kekar. Desain lampu belakang juga baru. Hanya desain pelek yang tidak berubah, namun ukuran lebih besar.

Knalpot juga mengalami perubahan. Hal yang baru, kini roda belakang dilengkapi dengan rem cakram berventilasi, dioperasikan secara hidraulik. Semua itu menambah penampilann Jupiter MX makin sporti.

Mesin
Karena total berubah – namaun kapasitas, diameter dan langkah tetap dipertahankan – maka tutup samping mesin, baik di kanan maupun di kirin juga berubah, kendati tetap mengguakan konsep desain Yamaha.

Bagian dalam mesin juga ada yang berubah. Teknologi sama dengan mesin V-ixion, menggunakan piston cor (forged) dan diasil silinder. Hasilnya, piston lebih ringan dan lebih tahan terhadap suhu tinggi, mengurangi piston tergorres dan macet. Karena kapasitasnya relatif kecil, 135 cc, mesin tidak dilengkapi dengan pengimbang (balancer) seperti V-ixion.

Hanya untuk memasok bensin, Yamaha masih tetap mempertahankan penggunaan karburator . "Tujuannya, selain harga terjangkau, juga lebih gampang diservis di berbagai daerah. Karena teknologi ini sudah sangat sangat dikenal di tanah air,” jelas Indra Dwi Sunda, Manajer Promosi Yamaha Indonesia.

Honda New Megapro vs Yamaha Byson & Kesimpulan !!!

0 komentar
 :

Jujur untuk komparasi ini rada ribet, coz mbah absen waktu ngetest Byson di sentul. Tapi :D apa gunanya temen kalo nggak bisa di jadiin  bahan contekan ;) tanyakan langsung sama juragan rondo, lebih agile mana Byson apa NMP ? Naah jawabanya relatif sama dengan blogger lainya Byson lebih menyerupai V-Ixion dan motor streetfighter pada umumnya yaitu dengan center of gravity di tengah pas maka motor lebih enak ditekuk. Sedangkan NMP yang berbasis Tiger memang overall lebih nyaman tapi jadi kalah lincah!




Okeh, ini udah jadi persoalan klise buat Yamaha! Seperti kasus V-Ixion yang indenya menggunung karena pabrikan YMKI gempor duluan menuhin permintaan konsumen. Sebaliknya AHM memang udah pengalaman soal ini. Bahkan mereka mengklaim konsumen tidak perlu menunggu lebih dari 1 bulan untuk mendapatkan NMP kesayanganya ini. Jadi untuk faktor ini memang Dominasi AHM nggak bisa di ganggu gugat.
Note : Kisruh inden V-Ixion maw ga maw masih menyisakn troma!
Kesimpulan : Overall ratingnya sama, monggo diserakan pada selera Konsumen Aje deh!
Ini ponten yang dikasih mbah buat Byson dan NM
  • Tampilan : Yamaha Byson (10/10) vs Honda New Megapro (7/10)
  • Performa : Yamaha Byson (8/10) vs Honda New Megapro (9/10)
  • Ergonomis : Yamaha Byson (8/10) vs Honda New Megapro (10/10)
  • Orientasi Allrounder : Yamaha Byson (10/10) vs Honda New Megapro (9/10)
  • Agility : Yamaha Byson (9/10) vs Honda New Megapro (8/10)
  • Suply & Stock : Yamaha Byson (8/10) vs Honda New Megapro (9/10)
  • Total : Yamaha Byson (53/60) vs Honda New Megarpo (53/10)

Nah buat mereka yang mengedepankan penampilan sporty dan fashionable jelas Byson pilihan utamanya :D tampilanya yang modern namun berwibawa plus riding position yang Streetfighter abis mau gak mau menjadikan Byson di pole position untuk hal ini. Tapi konsekwensinya masalah suply barang bakal jadi kendala utama yang hal serupa nggak masalah buat pemilik dan pecinta NMP …

Bli NMP jika : Performance & Ergonomic oriented
Memang buat tampilan NMP kalah total dibanding Byson tapi … disaat yang sama NMP menawarkan dua sisi yang berbeda. Yaitu motor yang memiliki performa mesin cukup ganas tapi juga nyaman buat dipakai harian ;) kok bisa ? ya bisa buktinya NMP bisa :D selain itu memang untuk stock juga lebih  mudah didapat, sayanya tampilan NMP kalah garang dengan byson terutama jika dijejerin  bareng bareng …

Perbandingan 3 Motor Matic: Yamaha Mio, Honda Vario, dan Suzuki Spin

0 komentar
Yamaha Mio, Honda Vario, dan Suzuki Spin, sekilas memang memiliki teknologi yang sama. Tapi, apakah kita akan mengambil salah satunya tanpa pertimbangan. Ada baiknya kita cermati ulasan perbandingan antara ketiganya berikut ini :

1. Yamaha Mio
Bisa dibilang Mio merupakan bintangnya motor matik di Indonesia. Bagaimana tidak sejak peluncurannya hingga saat ini, penjualan Mio mampu mendongkrak share penjualan Yamaha. Kehadirannya bahkan membuat sang kakak alias Nouvo menjadi kalah populer. Lucunya, meski diperuntukkan untuk kaum hawa, Mio terbukti laris manis dibeli para pejantan tangguh. Kalau mau jujur, Mio berhasil mengedukasi pasar dan membenamkan image bahwa motor matik oke-oke saja digunakan untuk aktivitas sehari-hari.   Kalaupun ada yang kurang dari sosok Mio adalah faktor tangki bahan bakar yang imut, sehingga membuatnya harus sering mampir ke pompa bensin. Kapasitas tangki Mio menurut buku manual ''cuma'' 3,7 liter — sama dengan bebek Honda. Masalahnya, motor matik cenderung boros karena membutuhkan putaran mesin yang cukup tinggi agar motor bisa bergerak — lebih tinggi dari motor bebek dan motor sport. Selain itu, penyakit bawaan Mio adalah bunyi tikus di sektor roda belakang.

Dari sisi mesin, Mio tidak menyodorkan sesuatu yang baru. Mio dikemas Yamaha dengan harga yang relatif terjangkau — masih di bawah bebek. Dilempar dengan dua varian pada umumnya: spoke wheel dan CW. Berhubung Mio memang si pelopor, wajar bila aksesori dan spare parts-nya bejibun di pasaran. Termasuk racing parts dan pola modifikasi yang bisa diterapkan konsumen pada Mio kesayangannya. Apalagi Yamaha pun membuka kontes modifikasi yang bikin Mio tambah banyak variasi modifikasinya. Dari sisi bengkel, mekanik Yamaha sudah duluan mengenal teknologi CVT sehingga tak perlu khawatir motor ini tidak bisa ''diurus'' oleh bengkel.

2. Honda Vario
ang satu ini sangat-sangat diwaspadai oleh Yamaha. Maklum, Vario memiliki segalanya untuk meluluhlantakkan dominasi Mio di pasar. Mengusung mesin tipe baru dengan radiator, namun memiliki cc yang lebih kecil di bawah Mio (108 cc). Dengan segala fitur baru yang ditawarkan plus nama besar Honda, pesona produk matik keluaran Honda ini membuatnya ngetop bahkan sebelum motor ini nampak wujudnya di Tanah Air. "Rasa Mio" sangat kental di Honda Vario ini, tetapi ada beberapa tambahan yang merupakan ciri khas Honda disertakan dalam produk matiknya yang pertama di Indonesia ini. Dari sisi mesin, calon pembeli mesti waspada. Kendati nama besar, jaringan servis Honda tidak perlu diragukan, banyak pengalaman yang tidak mengenakkan setiap kali pabrikan me-launching motor dengan teknologi mesin baru. Ingat kasus MX? Ingat kasus Karisma? Di mana Honda merombak teknologinya dengan meluncurkan Karisma, seketika itu juga komplain bermunculan. Plus satu lagi, teknologi pendingin menggunakan radiator. Terima kasih kepada Yamaha yang sudah membuat konsumen panas-dingin dengan kasus tercampurnya oli dengan air radiator di MX. Waspada.
Diprediksikan nama besar Honda mampu melenyapkan image bahwa motor matik boros bahan bakar. Apalagi dengan cc mesin yang lebih kecil dari Mio, tampaknya Honda memang mengejar irit. Sayangnya, irit tidak lagi irit bila mengingat Honda Vario mengusung mesin baru dengan radiator. Penambahan fitur radiator memang hi-tech, tetapi sekaligus membuat ongkos perawatannya pun bertambah. Belum lagi, Honda terkenal dengan banyak kasus kelangkaan spareparts di pasar (NSR, Tiger, Karisma, Sonic). Hal yang kerap membuat konsumen frustrasi.
Dari sisi kesiapan mekanik, memang tidak perlu ragu. Dengan segala sumber daya yang dimiliki Honda, sanggup membuat mekanik di seluruh jaringan servisnya bisa menangani motor matik. Harga jual Honda memang tidak murah dan paling tinggi di antara pabrikan Jepang lainnya. Vario harganya hampir setara dengan motor bebek. Hal ini tentu bisa menjadi faktor penghambat penjualan Vario nantinya karena dianggap terlalu mahal. Pun begitu, nama besar Honda lagi-lagi sanggup menghipnotis konsumen sehingga label harga berapa pun asal ada logo sayap kepak, tentu bukan masalah.

3. Suzuki Spin


Dibanding kedua kompetitornya, keunggulan Spin cuma satu, kapasitas paling besar 125 cc. Lainnya tergolong biasa saja. Bentuknya juga lebih condong ke Mio. Dengan kapasitas 110 cc saja matik sudah terasa boros bila dibanding bebek, bagaimana bila 125 cc? Ini bisa jadi kelemahan sekaligus keuntungan Spin. Penggila kecepatan, tentu akan memilih Spin yang memiliki kapasitas terbesar.   Poin plus ada di masa servis yang ditawarkan Suzuki, tiga tahun free service dan ganti oli. Ini sangat menguntungkan di masa sulit seperti ini. Belum lagi soal servis dan garansi, Suzuki yang paling andal dari dulu. Berani sekali dan jadi pelopor di antara kompetitor lainnya. Jadi jika konsumen membeli Spin, tidak usah pusing memikirkan servisnya.  Apalagi teknologi mesin Step masih sebelas dua belas dengan Shogun 125 series/Arashi seperti layaknya Mio dengan Vega series/Jupiter series. Tidak menggunakan radiator. Simpel.

Memilih dan Merawat Roller yang Tepat Untuk Motor Matic

0 komentar
Fungsi roller pada motor matic adalah untuk memberikan tekanan keluar pada variator hingga dimungkinkan variator dapat membuka dan memberikan sebuah perubahan lingkar diameter lebih besar terhadap belt drive sehingga motor dapat bergerak. Kinerja variator ini sangat ditentukan oleh Roller, baik itu bentuk maupun bahan roller, dan yang terpenting adalah berat dari roller.
Bentuk roller yang baik harus lah berbentuk bundar, bentuk bundar dan sempurna mempermudah pergerakan dari variator, bila bentuknya sudah tidak bundar, maka sudah waktunya Anda mengganti Roller motor matic Anda. Bahan yang dipergunakan biasanya terbuat dari bahan teflon karena sifatnya yang licin, keras, dan tahan panas.

Meningkatkan Aselerasi dan Top Speed

Dikarenakan roller sangat berpengaruh terhadap perubahan variabel dari variator, tentu akan sangat berpengaruh terhadap performa motor matic. Aselerasi dan Top Speed sulit didapatkan secara bersamaan dalam sebuah motor matic tanpa meningkatkan kinerja dapur pacu. Dalam meng-”utak-atik” roller, Anda hanya akan dihadapkan pada pilihan: “Aselerasi” atau “Top Speed”.
Bila kita sering melakukan perjalanan di dalam kota, melewati kemacetan, kondisi yang “stop and go”, dan jarak yang tidak terlalu jauh, pilihan Anda sebaiknya adalah Aselerasi. Aselerasi akan lebih baik bila Roller memiliki berat lebih ringan. Misalnya, bila berat standard dari roller yang dipergunakan adalah 13 Gram, Anda akan mendapatkan sensasi aselerasi ini dengan menggunakan roller 12 Gram.
Namun bila Anda sering melakukan perjalanan antar kota dengan jarak yang cukup jauh atau bahkan touring dengan rekan – rekan Anda. Pilihan Top Speed lebih cocok dipergunakan. Sama dengan contoh kasus diatas, Top speed yang lebih baik akan Anda peroleh dengan mengganti Roller dengan yang lebih berat dari berat standard, misalnya 14 Gram.

Membersihkan Roller

Membersihkan Roller secara berkala juga diperlukan, dengan menggunakan bensin dan kuas, Anda dapat menghilangkan debu-debu dan kotoran yang menempel. Untuk beberapa jenis motor matic yang memerlukan pelumasan (grease) pada roller, memerlukan pemeriksaan dan perawatan lebih sering dari pada yang tidak menggunakan pelumasan.

Aselerasi dan Topspeed Bersamaan

Saat ini, saya menggunakan Roller yang terbilang tidak biasa, roller yang tidak bundar. Roller yang saya pergunakan sekarang adalah produksi dari Dr. Pulley dari Taiwan, yang disebut dengan Sliding Roller. Dengan mempergunakan berat kombinasi 12 dan 13 gram, tarikan terasa lebih merata pada tarikan awal, aselerasi, maupun pada putaran tinggi. Aselerasi dan Deselerasi juga cukup mengagumkan

Roller ini terbilang cukup unik, harganya pun bisa sampai 12 kali dari roller biasa. Bahan yang dipergunakan terbilang lebih awet, menurut pembuatnya ia menyebut bahan teflon ini dengan sebutan SL-9. Setelah satu tahun lebih, dan berjalan sejauh 25.000 Kilometer, kondisi Roller tersebut masih cukup bagus. Kemungkinan masih bisa dipergunakan hingga 2 tahun kedepan.
Roller Dr. Pulley ini tersedia untuk berbagai merk scooter matic yang beredar di Eropa dan Taiwan seperti Yamaha Majesty (125 dan 250), Honda, Kymco, Suzuki Skywave 250, Piaggio, GY6 Based Scooter (Kymco, SYM), Gillera, Aprilia, Malaguti, Peugeot.
Untuk beberapa Tipe Scooter Matic yang berada di Indonesia dapat juga di terapkan: Honda Vario, Suzuki Spin 125, dan Kymco semua jenis matic (Trend 125, Trend SR 125, Easy/Easy JR 100, Free LX 110, Free EX/ECX/MX 100, Dink 150, Grand Dink 250, dan Xciting 500).
Ide Konstruksi, Bahan, dan Bentuk dari Sliding Roller Dr. Pulley ini telah dipatenkan oleh penemunya, dan telah beredar ke negara-negara eropa dan Amerika.

Followers

Heredaty Nyusro. Diberdayakan oleh Blogger.

Adsense Indonesia
Free Auto BacklinkFree Auto Backlink Ping your blog, website, or RSS feed for Free